Wednesday, October 3, 2007

Nggak bakal masuk surga!

itu adalah kata kata beberapa orang buat saya.. kejam sekali ya kedengerannya. tapi yah saya senyum senyum aja. ini mungkin karena saya ngerti mereka menghitung dari nggak pernahnya saya sholat, puasa bolong bolong terus sesekali ngomongin agama dengan arah yang nggak biasa .. plus beberapa hari lalu lebaran tiba dan seluruh negeri indonesia berbahagia. itulah mungkin yang memancing saya untuk berpikir dan ingin menulis soal agama dimata saya. khusus dimata saya.

agama itu area private, dimana setiap orang punya hak masing masing buat menentukan mau agama apa dan mau bagaimana dengan agamanya. apa iya sih? menurut saya, pada prakteknya nggak seperti itu. terutama di indonesia, adalah biasa menanyakan agama kita saat baru berkenalan, seperti tertulisanya di ktp (saya baru sadar kalo itu tidak biasa ada di id negara di luar indonesia). dan kata kata itu tadi, terus terang, kadang saya sulit membedakan, apa kalo saya beribadah pada waktu itu, artinya saya tulus beribadah buat Tuhan atau sekedar saya ogah di cap balelo.

bukannya saya tidak pernah mencoba untuk beribadah. mungkin buat orang lain beribadah itu adalah saat menerima pujian dari orang tuanya. saya sebaliknya. ayah saya adalah orang yang bangga dengan islam ktp nya. dia sangat menyesal karena aliran kepercayaannya tidak diakui di indonesia. oleh sebab itu kalo dia liat kami anak anaknya sholat, maka pas kami berantem dia akan bilang "buat apa sholat kalo masih berantem sama sodara". pun waktu itu saya sudah tau kalo itu nggak ada hubungannya. saya pun secara penuh perjuangan berpuasa di bulan ramadhan. dibilang penuh perjuangan, karena ayah saya melarang kami berpuasa sebelum umur 17 tahun. jadi saya diam diam sahur, pagi pagi langsung kabur, bilang sudah telat, dan ngendon di kamar sampai magrib tiba. kadang saya ketangkap juga sama ayah saya siang dan pernah jam 5 sore harus membatalkan puasa. rasanya bangga kalau itungan puasa bisa sampai beberapa belas hari.

tapi bukan ayah saya yang merupakan sosok untuk dipersalahkan kalo saya jadi nggak terlalu religius. saya pikir saya orang yang sangat sok logis. kalo ada yang tidak lolos di logika dapat membuat saya sulit menerima keseluruhannya. padahal dalam agama apapun pasti ada sesuatu yang nggak kita mengerti. menurut pemuka agama karena otak manusia itu terbatas. tp buat saya yang terbatas itu adalah anugrah Tuhan juga. dan saya mempercayainya. plus sekarang saya baru sadar. selama saya mencoba beribadah, saya tidak pernah merasakan pengalaman spiritual yang dasyat. saya tidak pernah merasa melayang ke udara, damai luar biasa, serasa berdialog dengan tuhan, merasakan kebesarannya atau lega luar biasa dari beban pikiran. mungkin karena saya kurang khusyu. tapi yah begitulah. saya justru merasa bersalah dan berdosa karena tidak cukup beribadah. dan kadang saya merasa memanfaatkan tuhan kalau hanya beribadah pada saat sulit. buat saya beribadah bukan hal yang terlalu sakral.

namun jangan salah sangka. saya orang yang percaya pada Tuhan. karena menurut saya itu logis. dengan hukum sebab akibat pun, ada ajaran Prima Causa. ada penyebab tunggal , dan itulah yang saya percaya. dinamika alam semesta tentunya diatur oleh suatu kekuatan yang super besar.bahkan kentutpun punya guna , itu tanda kesadaran setelah operasi. saya kagum dengan kesempurnaan detil semesta dan isinya... secara hati, kebesaranNya lebih saya temui dalam kehidupan sehari hari yang sederhana saja. seperti, saya bersyukur kepada Tuhan ketika saya bangun pagi disamping suami yang saya cintai. saya bersyukur kepada Tuhan, saat saya lihat di jalanan masih ada anak muda yang memberi duduk kepada ibu ibu yang sudah tua. melihat sesama manusia saling mencintai. saya bersyukur dengan cara itu.

bila suatu saat nanti saya akan beribadah, entah dengan agama apa. itu sekedar karena buat saya setiap agama adalah sama. termasuk dalam cara mereka mempertahankan umatnya. di islam adalah dosa terbesar ketika murtad. di katolik adalah hukuman terbesar ketika engkau meninggalkan Jesus, engkau akan tidak diselamatkan. jadi dengan alur ini, sebenarnya adalah sama. kamu meningkalkan satu agama tertentu dan akan disambut di agama lain. itu sesuatu kotak kotak yang buat saya simple. sekedar mencari pos kalau saya mau berdialog dengan Tuhan. tanpa ada batasan. toh Tuhan maha mengerti, maha memaafkan.. lebih besar dari manusia manapun.. yang bilang saya nggak bakal masuk surga

MAAF LAHIR BATHIN

6 comments:

Anonymous said...

kalo gue jadi tuhan lo, lo pasti masuk surga kok wun. orang sebaik elo....

cheers,
you-know-who

wuwun said...

ya ampun!! makasih banget! orang kayak lo gini yang bikin gue merasa hidup gue terberkati :-).. meski gue nggak bisa nebak si you-know-who hihi

Anonymous said...

you know me lah, wunce :)

masih ingat waktu kita blusukan di warnet jl. jaksa, klo gak salah disanalah blog pertama lu lahir (bukan si dunia-keriting ini sih ya).


cheers,
me

wuwun said...

aih. sepertinya gue dapet ide dikau siapa.. apakabar? semoga semua baik baik saja dan dikau happy terus ya :-)

AJ's Lover said...

find me here, wunce :)

sondher said...

halo bu!
sebenarnya setiap orang itu sedang menuju Tuhan kok. gue juga dulu kadang nyalahin bapak gue karena gue gak terlalu relijius, cuma orang kan harusnya mencari Tuhannya sendiri. seperti di alchemist (p. coelho) orang pada akhirnya bakal kembali ke Tuhan (spiritual thing). makanya sekarang banyak buku2 seperti the secret atau la tahzan misalnya.