Thursday, July 9, 2009

Tout Quitter. Changer La Vie


salah satu acara di tipi, tentang orang orang yang meninggalkan semuanya untuk memulai hidup baru yang benar benar berubah. rata rata sih, orang kota yang terus hidup di desa jadi petani atau hidup di pesisir pantai yang sepi.

sepertinya semacam gema yang mewakili kehidupan saya 2 bulan terakhir ini. bagian itu thu: meninggalkan kota besarnya. saya ini kan lahir dan besar di jakarta, yang tidurnya di dampingi kalau tidak bunyi truk yang mampu bikin bumi bergetar atau suara bajaj yg meraung raung. terlebih memang orang tua paling pinter milih tempat paling serame mungkin. begitu keluar rumah, berjibun mata yang siap bentrok saat saya bergerak kemana aja. kemudian, pindah ke Paris, kota besar juga. meski penduduk paris hanya 2 jt saja (yg notabene 10%nya penduduk jakarta, meski surface kita nggak tau gimana perbandingannya), tapi suasananya nggak jauh sama ibu kota lainnya. di Paris yg merupakan kota paling banyak pengunjungnya sedunia, dimana mana manusia. kalo bukan namanya turis ya pendatang. berbagai orang bicara dengan berbagai bahasa, meski orang parisnya sendiri tetap sombong dengan bahasa prancis mereka.

Kota besar memiliki ciri trafic manusia yang tinggi, juga fasilitas super lengkap melingkupinya. mau cari apa saja bisa di capai dengan jalan kaki atau paling banter naik subway. kalau di jakarta ya naik bajaj or taksi. pemandangan di jakarta adalah rumah berjubel jubel, di paris apartemen berentet rentet. biaya tempat tinggal merupakan hal yang paling mahal. bisa mencapai 30% pengeluaran perbulan. oleh sebab itulah kami sekeluarga pindah menyingkir ke tempat baru ini, untuk menempati sebuah rumah dgn kamar yang layak bagi anak tercintah.

Villeparisis, nama kota kecil yang terletak di pinggiran paris. pinggiran=banklieu (baca:bangliu). secara geografi, letaknya dekat dengan bandara CDG dan eurodisney. secara transport, hanya 30 menit naik mobil dari paris, atau 22 menit naik kereta RER (semarga dengan jabotabek gitu). jadi kebayang dong, kalo kota baru saya ini nggak jauh jauh amat dari ibu kota. tapi. eh tetapi. ternyata kehidupan di kota kecil yang mayoritas merupakan daerah perumahan, sungguh berbeda.

Disini waktu berjalan dengan seenaknya. artinya, kalau kamu mau repot ya silakan temukan kegiatan. kalau mau santai, juga nggak ada aura tergesa semacam di kota besar. tapi seenaknya bukan berarti tanpa organisasi, krn fasilitas disini justru berjadwal. apapun itu, seperti toko roti, toko buku, supermarket rata rata punya jam istirahat siang. antara jam 1.30-3.30 mereka tutup. hebat kan! padahal paris yang menurut saya sudah lebih pemalas dari jakarta (disana semua tutup max jam 7, kec tempat tertentu, minggu tutup). di banklieu ini sepertinya kita harus mencatat pake note agar nggak terlantar di depan pintu yang bertuliskan kata TUTUP. shit, saya rabu kemaren kecele tuh.

belum lagi suasananya, saya yang sudah siap siap bakal menghadapi SEPI, tetap merasa aneh juga. disini, super tenang! bunyi paling kenceng adalah suara kulkas kami.. trrrrr.. trrrrrr.. jadinya saya suka nyalain tivi tanpa menontonnya, sekedar supaya ada suara. tapi kok ya nggak bijak banget. biaya tinggi, pemborosan energi. untunglah matheo masih suka berbunyi. selang seling dengan bunyi mainannya.

kalau sepi tapi Sosialisasi tinggi, mungkin nggak terlalu terasa. namun, tembok rumah kiri kanan yang tinggi ternyata menghalangi saya liat liatan dgn tetangga apalagi kedip kedipan. jadi sampai saat ini saya cuman kenal tetangga kanan, yg memang sering nongkrong bersihin halaman depannya kl saya lewat. kebetulan juga lingkungannya nggak ada anak kecil seumur matheo. ampun deh! saya sampai coba jalan jalan, di pinggir jalan, harapan saya mati krn lebih banyak mobil dari pada orang lewat. kadang saya ke taman bermain yang cuma ada luncuran di belakang rumah di kompleks apartemen, eh disitu saya dan matheo aja. kadang adasih anak lain, tapi ya cuman satu dua dan sebentar aja. mungkin ini krn masing masing udah punya rumah plus kebon buat lari lari kali ya. jadi nggak perlu pergi ke tempat umum buat main. cari kegiatan atas nama anak, saya sempet tanya ke la marie (walikota) buat cari info aktifitas untuk orang tua dan anak. katanya BANYAK tapi buat yang diatas 3-4 thn. hahaha alamak! beruntung kita hidup di tahun 2000an , jadi udah ada internet dan telp. khusus saya, ya tinggal sabar, setahun lagi matheo sekolah. dan oia, untungnya 8 menit jalan kaki ada kompleks toko deco dan mc donal. Lumayan bisa liat orang banyak.

perubahan selanjutnya yang bisa membunuh kedua hal diatas bernama SIBUK. ngurus rumah dan kebon ternyata menyita banyak banget waktu - lah kok pake ternyata. kan udah siap mental sebelum dulu mau pindah . hehehe - urusan buang sampah aja nih ada jadwalnya. kl dulu di jakarta tinggal pembantu yang urus, di paris tinggal dibuang di saluran apartemen, nah disini musti taruh tempat sampahnya ya. kekekeke. senin sampah kebon, selasa sampah biasa-tempat warna ijo, kamis sampah daur ulang-tempat warna biru, jumat sampah biasa lagi. efek positifnya? kurusan tanpa diet!!!

cuman enaknya, ya ada dong! adaptasi diatas kan bukan dalam rangka penyesalan yang terlambat. liat matheo lari lari dan ikutan siram bunga, bikin senang. menemukan diri seneng berkebon (dikit), bikin takjub sendiri. makan di teras kalo cuaca bagus, bikin bersyukur. dan yang terakhir, suami nyampe lebih cepet, jadi bikin keluarga semakin intim kayak nasi tim.

Saturday, April 4, 2009

Gos .Gos .Sip !

Sejak saya menginjakkan kaki di negeri ini, tak kurang saya dengar pesan wanti wanti seorang teman saya. katanya: hati hati bergaul dgn sesama org indo. mereka suka bergosip. nanti kebawa bawa lho! Sebenarnya saya heran dengan pesan yang aneh ini, ditambah lagi saya nggak cuma dengar sekali dua kali. Saya langsung kepikiran apa ini memang suatu wabah yang banyak terjadi di lingkungan pendatang indo. Tapi berhubung saya yang masih pada masa penyesuaian, tentunya hidup saya terfokus pada keluarga dan cara hidup di empat musim ini saja. saya nggak sempat bersentuhan dengan fenomena yang ada di kelompok ibu rumah tangga dan juga kelompok lainnya: FENOMENA GOSIP.

Sentuhan saya pertama kali dengan fenomena ini justru datang dari teman saya. Dia yang baru tinggal beberapa bulan di prancis, sangat rajin berkenalan dengan sesama pemilik pasport indonesia, terutama di dunia maya. Dan dari dialah, saya mendengar beberapa macam gosipan lengkap orang orang yang terlibat. sebagian besar saya tidak kenal, tentu saja. saya mulai tertarik karena isi gosipnya yang mengingatkan saya pada gosipan ibu ibu di kompleks yang kurang kerjaan, seperti, si ini tukang pamer, si itu sebetulnya rumah tangganya goyah, si ini ngatain si itu munafik, si itu ngatain si ini suka berbohong dll dll. yang intinya, subjek gosipan itu rendahan sekali: materi, menyebarkan karakter buruk temannya sendiri, pamer, isu kumpul kebo kadang sampai ke urusan agama, seperti si ini ngakunya taat tapi ternyata makan babi. Halah. Tentu saja saya terheran heran. Sudah jauh jauh tinggal merantau, di negeri orang bukannya mencari teman dalam konteks yang saling support tapi ini justru saling menjatuhkan. Metodenya juga macam macam: tetap berlagak manis di depan "temannya" yang di gosipkan atau berperang secara terbuka dengan mencari dukungan sebanyak banyaknya untuk menyerang "mantan temannya" itu.

Persentuhan saya semakin kuat ketika sahabat dekat saya disini juga menjadi korban gosip. Lucunya dia mendengar kalau dia digosipkan dari temannya yang tinggal di luar kota. katanya "kamu digosipkan tukang pamer jalan jalan oleh gerombolan axz di paris". Dia sendiri pernah di tegur oleh seseorang yang dia tidak kenal di kantin kbri (kantin ini menjual makanan indonesia, sehingga menduduki peringkat satu tempat untuk bertemu sesama indonesia), yang berkata "oh kamu to yang namanya ini, temannya si Z kan.. kamu yang suka pamer kan?" . Teman saya sampai mendelik kaget. Dia hanya memasang foto jalan jalannya sekedar untuk diri sendiri atau paling tidak temannya. Memang begitukan prinsip ada blog? Dan kalaupun bermacam orang memasang foto, kita juga bisa tahu siapa yang berniat pamer siapa yang tidak, bisa terlihat dari komentar mereka atau gaya mereka. bukan begitu? Teman saya sendiri, merupakan orang yang super rendah hati. Bisa saya bilang begitu, karena dia merupakan satu orang kaya disini tapi bangga bila bisa mengenakan sandal seharga 1 euro. Saya sendiri -yg tidak kaya - tidak akan gembar gembor pakai sendal seharga satu gantungan kunci made in China.

Gosip gosip ini pun selain isinya yang remeh temeh, intensitasnya mengagumkan. Bukan hal yang jarang, kalau gosip ini sering berisi sesuatu yang mengandung kebohongan. Seorang teman saya yang memiliki toleransi agama super tinggi -krn tetap bisa bergaul dengan saya yang sekuler ini- pernah di gosipkan karena mencela seseorang makan babi dan kumpul kebo. Padahal saya kenal sekali dia. Dia tidak pernah sekalipun melontarkan kalimat kalimat judging kepada saya yg 180° berbeda dengan dia. Ada juga teman yang lain di gosipkan cerai lantaran mudik hanya dengan anak anaknya. Gosip lain, sahabat saya diomongkan kalau menghina seseorang di kelas bahasa prancis. padahal kejadiannya -menurut sahabat saya- sangatnya normal. Seseorang itu bertanya, sahabat saya menjawab, seseorang itu berterimakasih. tapi ternyata gosip itu menyatakan kalau sahabat saya menghina seseorang itu dengan mengatakan dia bodoh sekali, tulalit, pokoknya si seseorang itu bercerita kepada gerombolannya sambil bercucuran air mata. Drama luar biasa kan!

Begitulah. Saya yang semakin penasaran, pernah iri dengan teman teman saya itu. Bagaimanapun saya nggak pernah kesangkut satupun kelompok gosip ini. Gosip yang saya tahu seringkali hanya berupa laporan saja. Pernah juga saya iri kenapa teman teman saya sudah menjadi sasaran gosip. Dipikiran saya, seseorang yang sampai di gosipkan pastinya punya sesuatu yang membuat orang lain menoleh dan menaruh perhatian. Intinya mereka memiliki potensi sebagai super star. Betul tidak? . Tapi yah kemungkinan terjadi di saya tergolong kecil. Saya tidak terlalu banyak bergaul, karena saya tidak punya banyak waktu, dengan anak satu masih kecil, mertua jauh, suami yang selalu pulang kerja ontime. Teman saya bisa dihitung jari. Beberapa malah berkurang, termasuk satu orang yang sebenernya banyak di bicarakan teman teman saya yang lain sebagai tukang gosip. Tuhkan, tukang gosip pun menghindar dari saya. Ambisi saya untuk mengenal fenomena ini lebih lanjut kelihatannya tidak berprospek.

Saya memang punya berbagai pertanyaan sehubungan fenomena ini: Seperti apasih profil para penggosip ini? Apa persamaan karakter mereka? Apakah mereka sudah menjadi pengosip sejak dari tanah air atau karena tinggal disini? Apa saja faktor kehidupan di luar negeri yang membuat mereka mengosip? Kenapa mereka sampai tega berbohong dan mampu berdrama? Well, tau potensi saya kecil, pertanyaan saya biarkan tanpa jawaban.

Ternyata meski saya sudah berniat mundur, tulisan sehubungan ini tetap ada. Salah satunya saya baca 2 minggu lalu, di tulis oleh satu kontak saya di situs komunitas yang mulai menjadi teman dekat. Dia menulis dengan judul : Bukan urusan saya. disitu dibilang ada A kenal B dan C. B bilang untuk hati hati dengan A sehubungan omongan dari C. dan teman saya ini bilang, itu bukan urusan mereka untuk mempengaruhi dia karena dia bisa menilai sendiri. dan bukan urusan dia untuk tahu urusan teman teman yang tidak cocok. Saya pun dengan ringan memberi komentar "wah sudah ketemu yang ini yang mbak? aku malah belum. lgpl kl sampai dijadiin gosip, bisa besar kepala aku, serasa artis haha". Teman saya sih merespon secara santai saja "iya nih , aku kan bisa nilai sendiri teman temanku". Kemudian beberapa hari kemudian kami telponan. Teman saya tanya ke saya:
- sudah baca tulisanku?
- ya udah kan mbak, kan kita udah saling komentar
- kamu tahu tidak, kalo si A itu kan kamu?
- *******......******..... oh ya!!! asik aku akhirnya di gosipkan!!

Dari teman saya, katanya saya dikatakan sombong dan sok tahu. Sombong karena pernah mengatakan pada C dengan nada yang menghakimi "oh tinggal 2 thn belum bisa bahasa prancis ya?". Sok tahu karena pernah menulis di blog komunitas maya itu dalam bahasa ingris dan salah semua! Hihi. Tuhkan! saya tidak perlu membela diri. teman teman saya disini pasti juga tahu saya seperti apa. yang pasti saya sendiri merasa bahasa prancis saya payah, jadi nggak mungkin saya berani mencela orang lain, apalagi orang yang saya belum pernah ketemu. Terus , siapapun bisa cek, kalau saya nggak pernah nulis dalam bahasa ingris. bahasa ingris saya sekarang sangat berantakan, kalau dibandingkan teman teman saya yang sejak SD sudah membaca bacaan bahasa inggris, atau teman saya yang tinggal di inggris, atau kalau dibanding teman saya yang pernah bersekolah di amerika atau inggris. jadi pasti saya tidak pernah menulis dalam bahasa ingris. Itu pasti!

Nah karena ini masalah sudah menjadi milik saya.. apakah saya perlu terjun lebih dalam untuk pencari jawaban diatas yang tertunda? tapi kelihatannya saya tidak punya waktu banyak dan energi.. Bahkan untuk posting tulisan ini di situs komunitas saja saya nggak berani. saya nggak siap kalau kalau reaksinya bakalan jadi "ramai". meski sebenarnya keramaian bisa jd jembatan berkenalan dengan komunitas gos gos tsb. (komunitas gos gos sering tidak menyadari atau sengaja menampilkan sosok inocent).. Apalagi kalau harus ikut berbohong dan berdrama.. Ngeri.. Yah, paling tidak, sesuai teori saya sebelumnya, saya bisa merasakan sebagai super star. Superstar bohong bohongan !!!

Friday, February 6, 2009

Diskusi Dengan Matheo

Matheo diumur 1.5 thn sudah mulai bisa ngucapkan beberapa kata, terutama yang berulang bentuknya seperti: papa, mama, pipi, kaka, dodo, cucu, dada. Sedang yang tidak berulang cuma: papi, mami, encore (lagi).

memang katanya, kalau anak dididik dengan dua bahasa, akan mulai bicara lebih lambat dari rata-rata. tapi saya sih tidak cemas, karena saya tidak tau rata rata anak umur 1.5 thn bisa bicara apa. untungnya!

dan sudah seminggu ini, dia menemukan kata idolanya , yaitu : NO! sambil geleng geleng kepala. maka mulai lah kami asik merangkai berbagai dialog bersama matheo tercintah.

saat makan


-matheo mau lagi sesuap?
-NO (sambil mangap)

-matheo mau lagi ya?
-NO
-udah kenyang?
-NO
-masih lapar dong?
-NO
-kl gitu sesuap lagi?
-NO
-gerti nggak mama ngomong apa?
-NO

lagi jam main


-matheo sayang nggak sama papa?
-NO dengan gelengan keras
papanya diem, berasa salah pertanyaan

-matheo nggak benci kan sama mama?
-NO
papanya diem, berasa kalah 1:0

-matheo lebih sayang mama dibanding papa?
-NO
papa senyum, hehe, akhirnya

-matheo jatuh mulu, sembrononya nurun dari mama?
-NO
-pasti nurun papa(sambil jalan, jadi matheo nggak sempet bilang no).
mama senyum, papa sepet.

lagi nemenin mamanya dandan

-wah, mama udah mulai tua ya?
-NO
-udah mulai keriput
-NO
-kalo dijalan, pasti mama udah nggak ada yang naksir ya?
-NO
mamanya diem, bingung, kalo pertanyaan negatif dan jawabannya negatif, artinya jadi positif bukan ya..

Friday, January 16, 2009

Email Ditengah Mimpi

Dear Mrs. Sriyanto,,
We have been trying to contact you in order to discuss a position which has recently become available, but without much success.
Could you please contact me at your earliest convenience and advise us if you are still interested in looking for another position.
We look forward to hearing from you.
Best regards, AZ CONSULTING


DAN TUANKU PUN TERMANGU MANGU DI DEPAN KOMPUTER HAMPIR 15 MENIT LAMANYA.

Hai Hai ngapain bengong... Tegurku.. dapet surat begitu aja bengong, bingung. pasti nggak tau ya mau nulis apa.. kan gampang, email kayak gitu kan kemungkinan jawabannya 2: kamu terima atau kamu tolak. aku tau deh. pasti sebenernya kamu mau terima lowongan kerja itu karena yang pengiirim adalah head hunter yang 5 tahun lalu nyuekin kamu, padahal kamu udah susah payah datang buat interview dan isi profil kamu. tapi gimana mungkin kamu terima, lha wong kamunya di Paris, itu head hunter di Jakarta. emangnya kamu punya ilmu terbang jiwa kesana, dan raga disini.

Halah bengongnya kok terkenang kenang masa itu. 6 tahun lalu sudah lama thoh. waktu itu kamu sedang diambang kegelisahan, antara hubungan kamu bakalan jadi pernikahan dengan pacar bulemu itu atau kamu akan dilupakan begitu saja. terus, kamu ambil langkah B, kamu siap siap yang terburuk terjadi. kamu pergi ke Head hunter yg list nya kamu pilih dari berpuluh puluh dan tersisa 5 saja. kamu beranikan diri kirim cv kemereka. dan ketika headhunter berskala internasional itu menelpon kamu, kamupun bersemangat. hari itu, kamu atur sedemikian rupa, supaya bos dan orang kantor kamu nggak tau kalo kamu lagi cari kerja di tempat lain. salahnya mereka kan ya, kok kasih gaji kamu kecil begitu.

kamu teringat saat itu kamu salah pilih warna baju. iya, biar kamu dulu suka interview orang, tapi pas kamu di interview kamu bikin kesalahan juga. hahaha rasain, makanya jadi orang jangan sok tau. hasilnya kamu jadi deg degan selama berhari hari nunggu berita dari head hunter itu. sampai akhirnya kamu dapet panggilan dari head hunter ke dua dan ke tiga. yang semuanya nggak ada yang lolos. aku sih ingat waktu itu kamu sempet gundah berbulan bulan. yah kamukan emang orang yang jarang bisa menerima kegagalan.

untungnya Tuhan sayang sama kamu kan. ternyata Dia kasih skenario yang baik. pesangon dari perusahaan yang bakalan merger pun cair. jadi deh kamu pergi ke negeri pacar bule kamu itu. saat itu kamu lupa sama keinginan punya karir bagus. wajar lah ya, kamu kan lagi getol mengejar cinta, mengejar mimpi. mencari cara meloloskan diri dari bosannya hidup melajang.

pulang dari negeri pacarmu, kamu pun balik lagi ke jakarta buat persiapan administratif karena rencana menikah semakin dekat. saat itupun ternyata kamu sempet kesulitan cari kerja yang hanya berumur beberapa bulan. meski saat itu aku ingat, kamu sempet shock, karena harus menerima pekerjaan yang super cemen, seperti bikin draft drama buat televisi, atau jadi penerjemah verbatim riset yang membosankan itu. dan diakhir bulan ke 7, ketika kamu sudah siap pergi ke negeri impian, kamu dapat telp: "halo mrs sriyanto, kami sedang mencari manager riset kualitatif, apakah anda masih berminat?" waktu itu kamu langsung jawab kalo kamu mau pergi. jadi ngagk bisa. kamu jawab dengan nada bangga "saya sebentar lagi mewujudkan mimpi saya". kamu tidak bengong, tidak termangu. yang ada hanya rasa geli. kenapa kadang kesempatan tidak datang disaat kita sedang siap.

tapi email kali ini, beneran bikin kamu linglung. yah aku mengerti, mungkin saat ini kamu sedang tidak puas dengan keadaan kamu, jadi dua kali kejadian begini seperti lelucon yang sangat tidak lucu. tapi.. hai tunggu dulu.. apa kamu bilang .. kamu tidak puas dengan keadaan kamu!!! yang benar saja !! lihat keadaan kamu sekarang: kamu sudah Menikah, keinginan kamu tinggal diluar negari tercapai, paris pula! terus lihat anak kamu, lucu begitu! kurang apa coba. coba ingat ingat, betapa banyak orang yang kamu kenal masih belum menemukan cinta mereka. coba kamu hitung, berapa banyak orang yang bisa hidup seperti dalam mimpi mereka. kamu masih bilang kamu belum puas! apa lagi yang kamu mau? kenapa kamu ini orang yang susah sekali bersyukur! makanya jangan terlalu sering mendengarkan kolegaku itu. dia hanya bikin kacau. si emosi!

oke oke, aku mengerti kalo kamu bosan hidup menjadi ibu rumah tangga. bosan dengan rutinitas yang itu itu saja. keterbatasan bergerak karena di negeri tinggalmu tidak ada orang tua, saudara, pembantu, apalagi babysitter. kamu mulai rindu untuk kembali bekerja, tapi untuk bisa bekerja di negeri kamu, kamu butuh diploma, sehingga sangat lah tidak mungkin saat ini. dan email ini seperti gigitan nyamuk yang mengabarkan datangnya malam. kamu pun berpikir ini mimpi yang tidak sempurna. ah kamu pikir mimpi itu sempurna? nggak perlu senaif itu! bukan mimpi kamu yang tidak sempurna, tapi setiap hal selalu ada sisi negatifnya. apa kamu pikir kalau tercapainya sebuah mimpi itu nggak ada bayarannya? begini, aku jelaskan. setiap kita hendak tidur, kita akan mengatakan: selamat tidur, mimpi indah. tapi kenyataannya, berapa presentase mimpi indah hadir lebih sering dari mimpi buruk? mimpi indah hanya berkategori mimpi indah, tapi mimpi buruk banyak macamnya, ada mimpi korban kriminil, mimpi ketemu setan, kepatok uler, bokek, sakit, bahkan meninggal. kemudian, kalopun mimpi indah hadir, apakah akan selamanya indah? kalau kita bermimpi indah, ketika bangun, kita akan bergumam: ah ternyata cuma mimpi dan hidup kamu terasa semakin merana. oleh sebab itu , nikmatilah mimpimu, bersyukur! kemudian terima bayarannya. toh roda manusia tidak selamanya dibawah. sudahlah, capek aku ceramah. lagipula, kemana sih otak realitis kamu! oiya, itulah aku.. hihi kadang kita nggak sadar diri. baiklah, aku akan bicara pada kolegaku

"hai hai. kita harus bekerja sama, kasian tuan kita. dia terombang ambing. untuk kali ini, coba realistis saja. nggak perlu dibawa terlalu susah. sudahlah Emosi temanku, ringankanlah dirimu, dan mari kita perintahkan tangan untuk mengetik sesuatu untuk tuan kita"

... Dear mrs AZ, i really appreciate your email and your offering, but unfortunattely, i dont work anymore at NICI. i live in France since 3 years ago.
Best Regard,
Wun ...
.

Monday, October 27, 2008

Engris

Perjalanan 9 hari dari tgl 11-20 okt ke Ingris

Sampai di London, begitu keluar stasiun, kesan pertama saya: I Love London. gimana enggak, itu tempat makan yang berjejeran mengingatkan saya dengan jakarta. terus makanannya di London memang mirip banget dengan yang ada di jakarta! mirip banget! sampe saya liat menu, saya langsung kebayang kayak apa: salad bar, chicken cajun, chicken kiev, donat, fish and chip, smoothis, jacket potato dll dll. hmm, pokoknya saya makan enak. dan yang bikin saya bahagia, selama makan saya ingat saat saat sama teman saya. keliling restoran semasa tinggal di jakarta. pergi ke Chillis mesen salad segede tambah, dan rame rame makan. soalnya di salah satu restoran di LOndon, sebelah saya ada serombongan orang, yang berbagi makanan seperti itu. hal ini nggak pernah ada di prancis.

London dan Paris. dua kota cerminan dari kedua negara yang saling cela mencela. Prancis bilang orang Ingris sebagai Rostbeef (weh kok lupa nulisnya, yang artinya daging merah). Sedang orang Ingris bilang Orang Prancis sebagai Frog (kodok, kwok kwok). entah kenapa kedua panggilan sayang ini bisa muncul. jadi itu juga yang terjadi pada saya dan suami. ketika saya makan enak, dia malah kesulitan pilih menu, dan akhirnya dia makan sandwich terus. dia sering komentar, dasar orang ingris nggak bisa masak! terus di jalan juga begitu. saya justru senang melihat gaya orang ingris yang terkenal dengan style streetwearnya, tapi suami saya malah berkomentar "hmm lumayan ya sekarang orang ingris lebih tau mode, nggak terlalu aneh kayak beberapa tahun lalu". ternyata karena dia liat di London orang orang udah gngak terlalu berwarna warni. soalnya memang typical Paris, disini meski gaya dandanan lebih beragam dibanding jakarta yang kalo lagi mode apa seluruh kota berdandan sama, tapi Paris cenderung ada warna warna tertentu saja.

Buat saya, London juga memberi kesan lebih dinamis dibanding Paris. terasa mulai dari arsitektur bangunan yang ada. Kalau di Paris, dijaga gaya arsitektur yang sama di setiap q uertiernya, di London, semua arsitektur bangunannya yang bercampur secara acak antara yang gaya lama dengan gaya modern. begitu juga dengan transportasi yang ada. taksi model kuno yang imut imut memang bikin gemez! sekali lagi, percampuran ini mengingatkan saya dengan jakarta.

loh kok, saya pergi ke london kesimpulannya seperti 80% lagi pulang kampung haha!

Serangan balik dari orang Ingris, nggak terlalu saya dengar. soalnya sahabat saya yang tinggal disana, mungkin sebagai tuan rumah, berbaik hati, nggak mau bikin sakit hati tamunya haha. saya sendiri juga udah wanti wanti soal kebiasaan orang prancis yang suka ngeluh dan punya ekspresi berlebihan. ekspresi ini memang kecenderungan dekat dengan konotasi tidak bahagia.. mereka kalau bilang "filmnya nggak terlalu bagus", buat kita bicara gitu cukup. tapi orang prancis menambahkan dengan mencibirkan bibir membentuk bunyi brrrttt. atau menarik nafas panjang. padahal itu sungguh bukan sedang mengeluh. yah saya sih berpikir , mungkin orang ingris berpikir orang prancis ini sok elegan, mau menuntut yang terlalu berlebihan.. entahlah.

sekali lagi, ini mengingatkan saya pada suku etnis kita yang suka saling cela. orang batak bilang orang jawa keblinger, orang jawa bilang orang batak kasar. dsb dsb

yang nggak bisa disamakan dengan kondisi tanah air, yaitu Visa. sebagai pemegang pasport ijo. ke Ingris saya butuh ngurus visa. mahal pula 78 euros. jadi terlihat kan saya pergi antar negara. meski kereta yang ditempuh hanya 2jam 40 menit. ini tentu berbeda di negara kita yang super gede. 7 jam pesawat masih jakarta-jayapura. klo urusan ini saya harus senang tinggal di prancis krn memungkinkan untuk mengunjungi negara negara lain secara lebih dekat dan lebih murah :-) dan untungnya lagi, kalo punya sahabat di negeri itu. menghemat biaya penginapan dan sekaligus reunian. menambah suasana pulang kampung. sedap!

Friday, September 26, 2008

Si Sayur Asem


peringatan pemerintah: cerita ini penting nggak penting. ringan nggak ringan. buat yang nggak tertarik nggak usah baca, apalagi nyela.

Cerita kehidupan sehari hari saya sebagai ibu rumah tangga amatiran.

Pertengahan September yang lalu, saya seperti biasa menawarkan apartemen saya sebagai tempat ngumpul. its means, saya males keluar naik turun tangga subway sambil nenteng poussette. nggak ada yang istimewa, lah wong ini ngumpul ngumpul biasa. sebagai tuan rumah, saya harus menyajikan masak siang buat 3 orang undangan temen teman indonesa saya di paris.

sayur asem, ayam rica rica nggak tau ala siapa pun saya masak.. ayam rica rica udah beberapa kali saya suguhkan buat para tetamu dan mereka bilang enak. tetapi mereka adalah tetamu yang semua orang prancis, jadi saya nggak pernah terlalu tau, artinya basa basi atau memang enak menurut lidah orang sini yang notebene nggak kenal rasa asli masakan indonesia. cuma sayur asam, saya cuma pernah coba sekali dan waktu itu rasanya kurang sreg karena rasa bumbu bumbunya tabrakan dengan kurang harmoni. jadi kali ini saya buat pelan pelan, saya cicip sedikit sedikit sampe sayur asem ini udah layak dimakan , dan enak menurut saya. MENURUT SAYA LHO!

tamu tamu berdatangan. hahaha hihihi tralala trilili. waktunya makan, saya keluarkan hasil masakan saya itu.. dan.. dan.. habis lho! HABIS ! sampai tetes tetes terakhir di koret koret sama tamu tamu saya. beberapa hari kemudian, ada temen saya by phone nanya saya masak apa, karena dia baru aja chatt sama satu teman saya yang datang itu, dan dia bilang kalo dia kemaren makan enak di rumah saya. coba bayangin WUWUN GITU LHO! masakannya dibilang enak. sama orang indonesia dengan masakan indonesia pula! apa nggak hebat!

sebenarnya ibu rumah tangga masak bukan hal biasa. nenek nenek juga tau. saya juga tahu. tapi kalo ibu rumah tangganya saya, hal begini bikin saya flashback ke diri saya jaman dulu

sebelum saya jadi ibu rt 2 thn ini, saya nggak pernah kenal dunia dapur. boro boro bikin nasi goreng, merica mana ketumbar mana, kemiri itu bentuknya kayak apa, saya nggak tau. keputusan nggak mau masak, saya ambil sejak saya kelas 3 SD . ini lantaran ibu saya yang sebenernya cuma jago koleksi resep tapi suka mendokrin kami kami "perempuan musti bisa masak, biar suami betah dirumah, nggak kemana mana" halah saya protes dalam hati "terus laki laki nggak perlu masak? sexis amat!" "terus kalo suaminya nyeleweng emangnya salah perempuan terus" "terus kalo lakinya emang bejat, emangnya perempuan ada cuman buat nyenengin laki laki" . wakakakaka dari kecil udah peminis ceritanye.

sejak itu saya nggak pernah sudi masuk dapur. buat saya, memasak itu pekerjaan bodoh. masaknya berjam jam, habis cuman beberapa menit. lagian jaman gini, pembantu juga selalu ada. kalo kita yang masak, mereka kerja apa coba? ya nggak. lagipula malu sama status tomboi yang dikasih temen teman saya. masak jalan aja pententengan tapi ternyata suka pake celemek. mana matching!

tantangan datang ketika saya masuk kerja. disini Tuhan udah mulai menunjukkan kekuatannya atas nasib umatnya yang sebenernya nggak salah apa apa. saya dikasih kerjaan di perusahaan makanan paling guede se indonesa untuk mengelola 3 brand kecap. artinya konsumen saya adalah ibu ibu, khususnya area dapur! hoalah. kok ya bisa saya diterima disitu. padahal waktu ditanya bos besar, apa saya bisa masak? saya jawab jujur "saya nggak bisa masak, tapi saya tau makanan enak (kan saya tukang jajan)". dasar nasib. namun disitu, bakat kreatif dan tukang ngibul saya masih membantu. untuk tau pola berpikir dan tingkah laku si ibu di dapur, saya baca hasil riset juga tanya tanya sama pembantu saya. untung saya punya pembantu jago masak. meski kadang kadang cobaan datang bertubi tubi dan tambah besar. seperti, suatu hari bos manggil saya.

bos : wun, besok kamu training group demo masak buat latihan masak resep kecap wijen kita yang paling baru
saya: kenapa musti saya bu?
bos : lah kamu kan tau, kita belum punya bagian event , jadi ya kamu brand managernya, masak saya
saya: baik bu (*keluh jadi bawahan)
langsung sampai rumah saya kedapur mencari pembantu dewi penyelamat saya.
saya : coba liat cara saya bolak balik nasi goreng ini udah luwes belom
dewi penolong: belom mbak, masih kaku!
saya : kalo gini? gimana sih cara gerakan pergelangan tangannya orang yang sering masak? coba contohin
akhirnya setelah latihan berjam jam, saya yakin bisa nipu para calon spg tim demo
besoknya, seperti biasa, saya modal pede. daridulu cara ini paling ampuh. setiap pertanyaan dari mereka saya lempar balik "gimana menurut kalian?" haha. terus pake gaya bos bos gede "kalian kan yang bakalan ngadepin konsumen langsung, masak musti saya yang bedaan ini ayam udah mateng apa belom?". langsung mereka pada mingsut. wuikikiki padahal dalam hati saya juga nggak tau jawabannya.

cobaan lainnya yah, secara keseluruhan bisa bikin saya bangga. saya pernah selamat menjadi juri lomba masak se wali kota! saya lho! dengan pura pura expert masak, dengan bakal pede saya, saya bolak balik pertanyaan ibu ibu itu hihihi

tapi yang Atas berbicara lain. agak nyesel juga dulu kurang kuat puasanya, jadi ini mungkin hukumannya. saya musti hinjrah ke negara yang makanannya jauh beda dari di tanah lahir saya. mana terus saya nggak bisa kerja pula. saya sampai pada jabatan: ibu rt! jabatan baru yang bikin saya bengong bengong, terutama pas suami saya kerja. mulai saya sentuh sapu, lap dan saya bersih bersih. itupun seadanya dan seinget saya kalo pas liat pembantu dulu kerja. terus selesai itu, saya bengong lagi, internet, terus bengong lagi. saya paling seneng liat pohon mawar pemberian mertua saya. setiap jam saya liat. "ah daun yang itu mau jatuh" " ah akhirnya dia jatuh" "ah mulai tumbuh kelopak bunga" "ah kok nggak mekar mekar" dan setelahnya saya mulai berpikir "ah kelihatannya saya mulai gila!"

dari alasan cari kegiatan, juga rasa kangen saya yang luar biasa sama masakan rumah indonesia, membuat saya berpikir untuk masuk dapur. tetapi setelah muncul rasa bosan saya dengan masakan suami saya yang itu itu saja: barbeque, spaghetty, barbeque lagi, spaghetty lagi. tidak ada tidak: SAYA HARUS MASUK DAPUR. toh dari contoh suami saya, saya lihat, kalo sebenarnya masak itu milik siapa saja, bukan hanya sebuah dokrin untuk perempuan. kata kata ibu saya harus dilupakan. dan mulai saya cari resep di internet. saya ikuti setiap detail nya. bawang merah 5 siung, bawang putih 2 siung, merica.. eh merica apa bahasa prancisnya? poivre, terus saya cari bumbu lain, ketumbar? o, coriandre. jahe? gingembre. kemiri? eh kemiri.. o ternyata nggak ada kata kata prancisnya. saya juga beli buku resep dan satu buku kecil untuk mencatat hasil hasil percobaan masak saya.

minggu pertama: rasa makanan luar biasa nggak karu karuan. saya aja sejujurnya ogah nelan makanan itu. satu kejadian tak terlupakan: waktu bikin mash potato alias puré pomme de terre, saya hampir bikin dapur saya pecah. saya masak kentang yang masih mentah dengan susu di panci dalam suhu tinggi. tiba tiba terdengar ledakan "sbusss". tadinya saya yang asik di depan tipi nggak ngeh, saya nggak kepikir kalo itu masakan saya. lah kan cuman bikin makanan sederhana, nggak mungkin gagal. ternyata memang gagal sodara sodara haha!!! tapi saya nggak berhenti disitu. saya coba terus. saya sugesti diri saya "nothing is impossible". saya paksa suami saya makan yang saya bikin, sambil saya tekankan kalo saya hanya menerima feedback yang isinya pujian haha.

beberapa minggu kemudian: suami saya bisa menelan makanan saya dengan tenang. dan saya bilang, makanan saya "eatable". meski suatu kali, saya bikin suami langsung lari ke toilet abis makan, so definisi yang tepat "eatable but untolongable"

beberapa bulan kemudian : saya sudah dengan pe de undang temen temennya dia, but still dengan bumbu rendang Indofood haha. terus saya tau kalo sereh itu warnanya putih, dan pinggir pinggirnya dibuang serta kemudian di geprek. kalo daun jeruk baunya harum dan hanya ada di masakan asia, sedang daun salam dipakai di western food juga.

setahun kemudian: saya sudah lumayan gape, nggak perlu lagi takaran takaran. tinggal sebut sebut saja. bumbunya bawang putih, bawang merah, coriandre (maaf lebih gape pake nama prancis) dll dll. dan saya udah tau takerannya. juga saya tau kalo beberapa bumbu cuma nyumbang bau, sedang lainnya lebih krusial. lebih enak pake bumbu fresh dan supaya praktis di blender aja. disaat ini saya baru berani undang; orang prancis masakan indonesia, orang indonesia beli jadi aja.

dua tahun kemudian: saya sudah mencuri semua resep masakan prancis mertua saya. menyuguhkan ice cream bikin sendiri. meski tentunya belum bisa dibilang piawai, tapi paling tidak sudah berani undang orang indonesia makan indonesia. dan peristiwa Si Sayur Asem terjadi..

dititik itu, meskipun pujian itu sifatnya relatif, membuat saya punya persepsi yang berbeda tentang masak memasak. saya tahu mengapa ibu rt merasa bangga kalau makanannnya habis. itu artinya penghargaan terhadap jerih payah mereka. walau mungkin pujian itu sangat subjektif, tapi bagi saya, itu merupakan pengakuan dari usaha dari titik nol. dan saya bersyukur Tuhan menjungkir balikkan nasib saya, memberi kesempatan pada saya melintasi berbagai kutub.

Sunday, September 21, 2008

VISA ENGRIS

Akhirnya selesai juga visa ke ingris saya. Senangnya!

Seperti biasa. Dengan passport ijo kita, kemana mana musti ngurus visa. Seperti halnya dengan rencana mau mengunjungi jeung ronce, sohib saya yang tinggal disono. Saya sudah apply visa sejak sebulan lalu

Daftarnya secara onlen, lumayan keren kan. Buat yang berkepentingan, websitenya yaitu "http://www.visa4uk/ com. Nah, di suatu hari sabtu itu, saya duduk didepan computer. Kata suami saya, ya udah saya jagain matheo. Kamu kira kira butuh berapa lama ya, sejam? Saya pede banget bilang, paling nggak lama, soalnya saya liat di kompi cuma ada 6 pertanyaan gitu. Data basic, nama , umur , alamat , dll. Abis itu saya isi halaman itu, eh ada tulisan next. Saya klik dong, ngak ada pilihan kan. Taunya muncul 6 pertanyaan lagi, dan lagi dan lagi. Mana pertanyaannya mulai aneh aneh, seperti pertanyaan tanggal lahir ayah dan ibu saya. Lah mana saya tau, merekanya aja nggak tau. Kan menurut ayah saya dulu “bapak lahirnya tu, ya bapak ndak tau, kata mbahmu setiap ada kelahiran mbah catet pake kapur dibalik pintu atau di lemari. Nah tanggal lahirnya bapak sudah dicari cari ndak ketemu, keliatannya kapurnya luntur”. Halah. Saya juga mikir, gimana caranya orang kedutaan ini ngecek. Jadi yah terpaksa saya ngarang. Terus 45 menit berlalu, akhirnya sampai pada pertanyaan pertanyaan ajaib, macam: apakah anda terlibat kegiatan criminal? (kalo iya, saya ya nggak bakalan ngaku kali) apakah anda terlibat satu jaringan teroris? (lah kalo saya teroris, masak saya sedemikian bodohnya bilang, iya saya tuh teroris). Akhirnya selesailah dalam 1 jam! Diiringi rengekan matheo yang udah bosen main sama bapaknya yang nggak kreatif. Setelah itu, bayar online. 78 euros bo! Untuk kunjungan 6 bulan. Visa ke ingris yang paling pendek untuk transit satu hari or langsung 6 bulan. Ongkos ini setara dengan tiket eurostar buat ke pergi ke sana haha. *perih

Udah gitu, secara online juga kita bisa book kapan mau setor muka ke kantor perwakilan di sini. Ya iyalah, gimanapun juga mereka butuh kita setor muka secara langsung, sambil nyerahin dokumen yang terkait, diambil photo secara biometric dan cap jari. Pas disana, petugasnya juga minta copi dari dokumen bank anda. Atau suami anda. Ini tujuannya untuk menghindari orang yang datang ke ingris, tapi terus nggak ada biaya, jadi merepotkan negara ingris atau justru jadi imigran gelap. Kemudian saya ditawari untuk mengunakan jasa post bila dokumen sudah siap. Biaya cronopostnya 21 euros. Hehe mahal ya. Tapi ya terpaksa saya ambil karena kalo buat saya, itungannya kalo saya ambil sendiri, saya musti bayar babysitter 24 euros . ambil sendiri gratis.

Setelah ditunggu tunggu 3 minggu lebih, akhirnya ada orang yang telp ke hp. Bonjour, vous etes madame sriyanto ? oui , saya madame sriyanto. Vous etes oû ? di rumah pak. Decendez SVP. Oke deh saya turun ke bawah. Ternyata si pak pos yang salah nyatet kode masuk apartemen. Untung saya dirumah, saya jadi lega. Setelah nunggu sekian lama, kan nggak lucu kalo sekedar visa nggak dapet, tapi juga pasport saya hilang karena si post yang nyasar.

Tunggu kedatangankuw ronce.. asik asik !