Mulai minggu kemaren, Matheo dijaga oleh Babysitter. nggak lama lama sih, cuman sekali (3 jam) per 2 minggu. abis mahal oi!! sama sesekali si babysitter bakalan jaga malem, kalo ortunya mau berduaan aje.
Rabu kemaren, ibunya shopping. walau tetep nggak dapet banyak, kan wanita perlu paling tidak 4 jam untuk shopping. maklum, antrian panjang, buat nyoba baju and bayar. kan lagi summer sale. kemudian, malem minggu, bapak dan ibu matheo nonton theater dan ngeresto. hmm, enaknya! bisa ngobrol bebas tanpa harus ngelirik ngelirik si makhluk imut gila perhatian. meski tetep aja, sesekali kami tanpa dapat dicegah membicarakan matheo " dia lagi nangis nggak ya?" "jangan jangan babysitter ngapa ngapain matheo lagi" terus "wes udah jangan mikir susah susah, kan kita mau berduaan" "yoi darling"
Fenomena babysitter ini memang merupakan satu perbedaan antara dunia barat dan timur. Kalo di dunia timur, si babysitter ini adalah hal yang lazim buanget. bahkan temen saya yang punya anak kembar 2, dia punya babysitter 3. mungkin satunya khusus buat memikirkan style si bayi bayi itchu .. Sedangkan kalo di dunia barat, punya babysitter artinya situ orang kaya. karena kalo nggak maksa kayak saya, gaji babysitter ini ya sama dengan gaji pegawai kantoran. Bahkan kalo saya nggak sok kaya dan bekerja, mungkin gaji saya sama dengan gaji babysitter.
Sebenernya ada beberapa tempat penitipan anak yang biayanya relatif murah. yang pertama : Creche. tapi ini diutamakan buat yang emaknya kerja, jadi saya pasti nggak lolos. terus satu lagi: Halte Garderie, dimana anak bisa dititip antara 2-3 kali selama beberapa jam setiap minggunya. tapi cuma sekedar dapet rendez-vous aja, situ harus nunggu berbulan bulan, kapan dapet tempatnya. sementara kebutuhan sudah demikian mendesak. Kerusakan otak saya sudah sedemikian parah. sejak ada matheo , saya dan marco cuma terpusat hidupnya sama dia. nggak tau kenapa, mungkin memang beginilah rasanya jadi orang tua. iya atau tidak? anak pertama. kecemasan puncak. atau mungkin saya capek mental? sejak dulu saya senang hal yang bermacam macam. waktu SMA, saya sering belajar matematika bareng dengan sejarah. saya dulu juga bekerja di brand management, dimana saya bisa punya banyak variasi, mikirin iklan, mikirin program marketing, mikirin inovasi produk, mikinin sales yang kagak naik naik dan lain lain. Mungkin gara gara dua duanya
Yang pasti, saya tambah lama tambah memikirkan hanya si matheo lolo saja. dulu ketika dia susu eklusif, saya sering tidak bisa tidur, karena saya takut tidak bangun dan membuat dia kelaparan. padahal otak saya tahu kalo itu nggak mungkin terjadi, dia bakalan nangis kenceng. tapi tetep aja. tu bayi ngorok , bapaknya juga, saya sering terjaga berjam jam di tengah malam. Lalu, mulai lupa pake mantel buat keluar rumah, ketinggalan ini itu. Mudik kemaren, saya tinggal hp, kalung emas, dan sandal saya yang matching dengan bikini (penting nih!) di Jakarta. Sementara barang matheo, sampe krem yang kalo ketinggalan juga bisa beli lagi, nggak ada yang kelewat. Terus kami lupa ultah perkawinan kami yang kedua, sementara ultah bulanan matheo kami selalu ingat. Dan puncaknya, 3 minggu lalu, saya nenteng setrikaan pas mau kramas! setrikaan kan jauh sama hairdyer! haha
Begitulah.. sekarang, saya mau mengarang garang aktifitas jam jam bebas itu ah
Thursday, July 10, 2008
Sunday, June 8, 2008
PERGI
26 Tahun lalu, Bapak saya tertohok. Dia tidak mengerti mengapa istrinya, yang menurutnya sudah di sayang sedemikian rupa, rela meminta cerai darinya. Meskipun sebelumnya banyak terjadi ketidak cocokan pendapat, tapi baginya itu adalah bunga dari sebuah perkawinan. Namun tidaklah demikian, istrinya lebih senang pergi meninggalkannya meskipun sudah ada 3 anak sebagai buah cinta mereka. Bapak saya tertohok untuk waktu lama.. sumpah setia sehidup semati bukan jaminan untuk menahan kepergian istrinya
15 Tahun lalu, saya terkesima. Bagaimana mungkin seorang ibu dapat meninggalkan satu anaknya, dan hanya membawa pergi satu lainnya. Padahal dulunya ibu ini begitu membela kedua anaknya, saat suaminya tidak mau bekerja selama 4 tahun dan dianggap tidak cukup berupaya merawat anak mereka dengan baik. Ibu ini pergi dengan membawa rencana. Dia akan kembali suatu saat nanti untuk kembali mengurus kedua anaknya. Selama itu, anak yang ditinggalkan akan didoakan baik baik saja diurus oleh tante dan bapaknya.
3 Tahun lalu, saya terheran. tapi sudah bukan keheranan yang luar biasa. Dua karib saya menghapus saya dalam segala kegiatannya. Dalam kehidupan real maupun dunia maya. Saya tidak tau saya salah apa. Dan tiada kesempatan mendengar atau memperbaiki kesalahan saya padanya. Mereka pergi begitu saja. Padahal dulu, kami pernah berkata, bahwa kami akan bersahabat selamanya. Saat itu, saya hanya berkata dalam hati, bahwa mereka akan kembali suatu saat nanti
2 Tahun lalu, saya tertohok secara dalam. Saya tidak mengerti, bagaimana seorang adik yang tidur dalam satu kamar selama lebih dari 20 tahun, yang dicintai sepenuh hatinya, bisa memilih untuk diam seribu bahasa. Adik ini lebih senang berbicara seperlunya saja: saya baik baik saja, sudah lupakan saya.. Entah adik ini tahu atau tidak, meski tidak berkata, sang kakak sangat menderita. Dia seperti terbelah separuh jiwanya, terluka seperti ibu malin kundang. Sang kakak tidak tahu, apakah "kepergian" adiknya ini untuk berapa lama. Dan apakah perih yang dikandungnya akan mengering ketika adiknya ingin kembali kepadanya.
2 Hari lalu, Saya terkejut bukan kepalang. Satu sms mengabarkan bahwa satu sepupu saya yang dulu penuh dengan energi kehidupan, pergi untuk selamanya. Dia lari mengejar anaknya, dan sebuah kereta cepat lari menggilas raga mereka.....
Cepat atau lambat, siapapun dapat pergi meninggalkan kita. Untuk Sementara ataupun untuk Selamanya
*in memoriam dek Ika.
15 Tahun lalu, saya terkesima. Bagaimana mungkin seorang ibu dapat meninggalkan satu anaknya, dan hanya membawa pergi satu lainnya. Padahal dulunya ibu ini begitu membela kedua anaknya, saat suaminya tidak mau bekerja selama 4 tahun dan dianggap tidak cukup berupaya merawat anak mereka dengan baik. Ibu ini pergi dengan membawa rencana. Dia akan kembali suatu saat nanti untuk kembali mengurus kedua anaknya. Selama itu, anak yang ditinggalkan akan didoakan baik baik saja diurus oleh tante dan bapaknya.
3 Tahun lalu, saya terheran. tapi sudah bukan keheranan yang luar biasa. Dua karib saya menghapus saya dalam segala kegiatannya. Dalam kehidupan real maupun dunia maya. Saya tidak tau saya salah apa. Dan tiada kesempatan mendengar atau memperbaiki kesalahan saya padanya. Mereka pergi begitu saja. Padahal dulu, kami pernah berkata, bahwa kami akan bersahabat selamanya. Saat itu, saya hanya berkata dalam hati, bahwa mereka akan kembali suatu saat nanti
2 Tahun lalu, saya tertohok secara dalam. Saya tidak mengerti, bagaimana seorang adik yang tidur dalam satu kamar selama lebih dari 20 tahun, yang dicintai sepenuh hatinya, bisa memilih untuk diam seribu bahasa. Adik ini lebih senang berbicara seperlunya saja: saya baik baik saja, sudah lupakan saya.. Entah adik ini tahu atau tidak, meski tidak berkata, sang kakak sangat menderita. Dia seperti terbelah separuh jiwanya, terluka seperti ibu malin kundang. Sang kakak tidak tahu, apakah "kepergian" adiknya ini untuk berapa lama. Dan apakah perih yang dikandungnya akan mengering ketika adiknya ingin kembali kepadanya.
2 Hari lalu, Saya terkejut bukan kepalang. Satu sms mengabarkan bahwa satu sepupu saya yang dulu penuh dengan energi kehidupan, pergi untuk selamanya. Dia lari mengejar anaknya, dan sebuah kereta cepat lari menggilas raga mereka.....
Cepat atau lambat, siapapun dapat pergi meninggalkan kita. Untuk Sementara ataupun untuk Selamanya
*in memoriam dek Ika.
Tuesday, January 8, 2008
dilema lagu anak
Malbrough s'en va-t-en guerre
Mironton mironton mirontaine
Malbrough s'en va-t-en guerre
ne sait quand reviandre
..
Mironton mironton mirontaine
Malbrough s'en va-t-en guerre
ne sait quand reviandre
..
Aux nouvelles que j'apporte
Mironton mironton mirontaine
Aux nouvelles que j'apporte
Vos beaux yeux vont pleurer
Mironton mironton mirontaine
Aux nouvelles que j'apporte
Vos beaux yeux vont pleurer
Monsieur Malbrough est mort
mironton mironton mirontaine
Monsieur Malbrough est mort
Est mort et enterré
mironton mironton mirontaine
Monsieur Malbrough est mort
Est mort et enterré
ni lagu cerita tentang monsieur malbrough yang berangkat perang
terus beritanya bikin kita nangis
monsieur mati dan di kubur
meski nyanyinya dengan riang gembira ala lagu anak anak atau film india, tapi kok ya sedih gitu.. . ada emang beberapa lagu anak yang sedih gitu, kayak lagu A la Claire fontaine, yang menceritakan seorang anak kehilangan temannya..
j'ai perdu mon amie
sans l'avoir mérité
pour un bouguet de roses
que je lui refusai
sans l'avoir mérité
pour un bouguet de roses
que je lui refusai
Halah mending nyanyiin lagu Anak Sehat kali ya.. (ada unsur menyanjung sang ibu lagi hihi)
aku anak sehat
tubuhku kuat
karena ibuku rajin dan cermat
semasa aku bayi selalu diberi asi
makanan bergizi dan imunisasi
;;;
tubuhku kuat
karena ibuku rajin dan cermat
semasa aku bayi selalu diberi asi
makanan bergizi dan imunisasi
;;;
jadi bertanya tanya lagu indonesia anak ada yang sedih juga nggak sih ceritanya..
Friday, December 21, 2007
how is the feeling become mom 2
Diani nasition terbegong di depan komputer. tangannya kehilangan kata kata untuk menjawab pertanyaan temennya di saat chatt. "apa karakter yang berubah dari elo setelah jadi ibu?"
hmm what is the answer.. diani berpikir keras. jawaban normatif biasanya adalah jadi lebih sabar dan mampu melupakan keegoan. sukacita mempersembahkan hidupnya buat si kecil yang lucu. tapi diani bukanlah orang normatif, pun bukan orang yang rela berbohong cuman buat pertanyaan iseng tersebut. dosa akibat berbohong mending disimpan buat hal yang lebih mendesak. tapi setelah itu diani berpikir keras, itu bukan pertanyaan mainan buat dia.
sebagian dari jawaban normatif itu benar dia alami. anak buat diani adalah hal besar. dulu waktu dia menjomblo lebih dari 32 thn, dia pernah berpikir kalau sampai batas usia biologisnya nyaris lewat, dia akan mencari orang untuk dinikahi dan langsung akan di genjot untuk punya dua anak. dan dia tidak dapat korban untuk dinikahi, dia akan mencari korban untuk ditiduri dan kemudian seminggu akan dia kurung dikamar sampai berhasil memberikan benih di dalam perutnya. setelah itu, lelaki itu akan dia tendang, dan dia akan mengurus si kecil sendirian. dia ingin membentuk keluarga kecil banget dan kurang harmonis tapi bahagia dengan si kecil saja. impian punya buah hati adalah seperti impian para haji supaya masuk surga.
dan yang diperolah diani sebetulnya lebih manis dari itu. diani sudah berkeluarga dan punya anak. bukan main senangnya. saat dilihat Duska, begitu dikasih nama si kecilnya itu, dia tersenyum dan rasa hangat menjalar seluruh tubuhnya. saat duska tertidur di susunya, dia melayang ke udara, aku punya kekasih hati sejati. begitupun saat duska langsung menghentikan tangis setiap kali duska menempel ketubuhnya dalam gendongan, diani berkata dalam hati dialah superwoman. saat duska tersenyum ketika bangun, diani pun memberikan senyum keibuan yang paling dasyat, paling tidak menurutnya.
tapi apakah itu membuatnya lebih sabar dan melupakan semua kepentingan individualnya.. hmm. lucu sih lucu, tentunya! namanya juga bayi! tapi ingatan diani membentuk bayangan duska yang nangis nggak berhenti berhenti di 3 bulan pertama hidupnya. diani harus terbiasa mendengar tangisan yang lebih mirip lolongan di imajinasi diani saat dia mandi, makan, bahkan saat dia buang air besar. saat saat yang sebenarnya sangat mendasar. sebetulanya diani sudah siap mental buat mempersembahkan hidup buat si kecil, tapi mata hitam akibat kurang tidur plus serangan ambeien yang di dampingi lolongan si kecil, bukan main sakitnya. pun kepingin ke dokter saja, 2 kali gagal karena si bapak yang jaga duska menelpon "Depeche-toi! gimana dong, ni anak nangis nggak berhenti berhenti". ah andai aku ada di indonesia.. begitu keluhan perantau di negeri eropa yang boro boro bayar baby sitter, kalaupun diani kerja paling juga gajinya sama dengan si baby sitter itu. kalo cuman ngandelin lucunya bayi, coba aja hidup sendiri di negeri orang ini, baru deh terasa asiknya 24 jam nggak ada yang bantu. apalagi kalo suami juga bukan orang yang biasa pegang anak kecil. makanya, diani suka sepet pas dapet email dari temennya di jakarta. pas diani iseng tanya: "kamu punya berapa baby sitter dengan anak kembar ?" jawaban dugaan adalah 2 karena bayinya ada 2. tapi replynya : "baby sitter gue ada 3 Ni".
ingatan lari lagi ke waktu waktu diani benar benar tidak ketemu orang dewasa. diani yang dulunya selalu dikelilingi keluarga dan teman teman, kali ini selama ber minggu minggu dan berbulan bulan dia nggak ketemu manusia dewasa yang biasa di ajak ngobrol. sehari hari dia hanya bicara "auahhh, errr, iya sayang, brrr". sampai sampai nggak jarang, diani tersadar kalo dia bicara sendiri terlalu keras, pun pas di jalan raya ketika mendorong kereta bayi supaya duska tidur, disuhu 0°. diani sudah berusaha buat pergi pergi, maunya mandiri seperti orang bule. tapi apa dikata, mental memang mental asia. kena bayi beratnya 4 kilo, diani sudah ogah mengendong lebih dari 30 menit. bukan apa apa, segitu aja tiap malam diani udah pijit pijit pundak sendiri. tengah malam bangun karena punggung sakit nggak karuan. sakit punggung suaminya membatasi dia bantu gendong untuk jangka waktu lama. mau gimana lagi, duska terlanjur bau tangan. tangan ibunya yang bau sambal terasi botolan.
diani pun kehilangan saat saat hedon dengan suami. bioskop, jelas sampe bulan ke 5, nggak bisa. restoran? ya musti dibawa bawa. bayinya mau dititipin dimana.. mertua jauh, kakak ipar anaknya udah 2, temen disini juga sibuk dengan urusan masing masing. jadi biar di restoran juga, makan enak belum tentu enak karena si duska sering caper nggak rela ortunya makan dengan tenang apalagi ngobrol dengan tenang.
kalo udah begini, yang namanya sabar. sebatas sugesti saat didepan duska "sabar Ni sabar, jangan sampe bentak bentak anak sendiri". kalo dalam dasar hati, sabar itu.. ya jauh. justru di saat inilah, diani banyak mengeluh, lebih banyak dari frekuensi mandi yang sehari sekali itu. diani cuma menunggu saat duska sudah bisa main sendiri, cukup mandiri buat dititip kalo kebetulan ada yang tawarin.
jadi untuk sekarang ini diani tau. meski dia cinta sama bayinya, nggak membuat karakternya berubah. pun ternyata mengurus bayi nggak seindah bayangannya. tapi diani akhirnya menemukan jawabannya, cuma satu yang berubah: tadinya mau punya anak 2 sekarang 1 aja cukuplah.. kecuali kalo menang lotre dan bisa bayar baby sitter 3!
hmm what is the answer.. diani berpikir keras. jawaban normatif biasanya adalah jadi lebih sabar dan mampu melupakan keegoan. sukacita mempersembahkan hidupnya buat si kecil yang lucu. tapi diani bukanlah orang normatif, pun bukan orang yang rela berbohong cuman buat pertanyaan iseng tersebut. dosa akibat berbohong mending disimpan buat hal yang lebih mendesak. tapi setelah itu diani berpikir keras, itu bukan pertanyaan mainan buat dia.
sebagian dari jawaban normatif itu benar dia alami. anak buat diani adalah hal besar. dulu waktu dia menjomblo lebih dari 32 thn, dia pernah berpikir kalau sampai batas usia biologisnya nyaris lewat, dia akan mencari orang untuk dinikahi dan langsung akan di genjot untuk punya dua anak. dan dia tidak dapat korban untuk dinikahi, dia akan mencari korban untuk ditiduri dan kemudian seminggu akan dia kurung dikamar sampai berhasil memberikan benih di dalam perutnya. setelah itu, lelaki itu akan dia tendang, dan dia akan mengurus si kecil sendirian. dia ingin membentuk keluarga kecil banget dan kurang harmonis tapi bahagia dengan si kecil saja. impian punya buah hati adalah seperti impian para haji supaya masuk surga.
dan yang diperolah diani sebetulnya lebih manis dari itu. diani sudah berkeluarga dan punya anak. bukan main senangnya. saat dilihat Duska, begitu dikasih nama si kecilnya itu, dia tersenyum dan rasa hangat menjalar seluruh tubuhnya. saat duska tertidur di susunya, dia melayang ke udara, aku punya kekasih hati sejati. begitupun saat duska langsung menghentikan tangis setiap kali duska menempel ketubuhnya dalam gendongan, diani berkata dalam hati dialah superwoman. saat duska tersenyum ketika bangun, diani pun memberikan senyum keibuan yang paling dasyat, paling tidak menurutnya.
tapi apakah itu membuatnya lebih sabar dan melupakan semua kepentingan individualnya.. hmm. lucu sih lucu, tentunya! namanya juga bayi! tapi ingatan diani membentuk bayangan duska yang nangis nggak berhenti berhenti di 3 bulan pertama hidupnya. diani harus terbiasa mendengar tangisan yang lebih mirip lolongan di imajinasi diani saat dia mandi, makan, bahkan saat dia buang air besar. saat saat yang sebenarnya sangat mendasar. sebetulanya diani sudah siap mental buat mempersembahkan hidup buat si kecil, tapi mata hitam akibat kurang tidur plus serangan ambeien yang di dampingi lolongan si kecil, bukan main sakitnya. pun kepingin ke dokter saja, 2 kali gagal karena si bapak yang jaga duska menelpon "Depeche-toi! gimana dong, ni anak nangis nggak berhenti berhenti". ah andai aku ada di indonesia.. begitu keluhan perantau di negeri eropa yang boro boro bayar baby sitter, kalaupun diani kerja paling juga gajinya sama dengan si baby sitter itu. kalo cuman ngandelin lucunya bayi, coba aja hidup sendiri di negeri orang ini, baru deh terasa asiknya 24 jam nggak ada yang bantu. apalagi kalo suami juga bukan orang yang biasa pegang anak kecil. makanya, diani suka sepet pas dapet email dari temennya di jakarta. pas diani iseng tanya: "kamu punya berapa baby sitter dengan anak kembar ?" jawaban dugaan adalah 2 karena bayinya ada 2. tapi replynya : "baby sitter gue ada 3 Ni".
ingatan lari lagi ke waktu waktu diani benar benar tidak ketemu orang dewasa. diani yang dulunya selalu dikelilingi keluarga dan teman teman, kali ini selama ber minggu minggu dan berbulan bulan dia nggak ketemu manusia dewasa yang biasa di ajak ngobrol. sehari hari dia hanya bicara "auahhh, errr, iya sayang, brrr". sampai sampai nggak jarang, diani tersadar kalo dia bicara sendiri terlalu keras, pun pas di jalan raya ketika mendorong kereta bayi supaya duska tidur, disuhu 0°. diani sudah berusaha buat pergi pergi, maunya mandiri seperti orang bule. tapi apa dikata, mental memang mental asia. kena bayi beratnya 4 kilo, diani sudah ogah mengendong lebih dari 30 menit. bukan apa apa, segitu aja tiap malam diani udah pijit pijit pundak sendiri. tengah malam bangun karena punggung sakit nggak karuan. sakit punggung suaminya membatasi dia bantu gendong untuk jangka waktu lama. mau gimana lagi, duska terlanjur bau tangan. tangan ibunya yang bau sambal terasi botolan.
diani pun kehilangan saat saat hedon dengan suami. bioskop, jelas sampe bulan ke 5, nggak bisa. restoran? ya musti dibawa bawa. bayinya mau dititipin dimana.. mertua jauh, kakak ipar anaknya udah 2, temen disini juga sibuk dengan urusan masing masing. jadi biar di restoran juga, makan enak belum tentu enak karena si duska sering caper nggak rela ortunya makan dengan tenang apalagi ngobrol dengan tenang.
kalo udah begini, yang namanya sabar. sebatas sugesti saat didepan duska "sabar Ni sabar, jangan sampe bentak bentak anak sendiri". kalo dalam dasar hati, sabar itu.. ya jauh. justru di saat inilah, diani banyak mengeluh, lebih banyak dari frekuensi mandi yang sehari sekali itu. diani cuma menunggu saat duska sudah bisa main sendiri, cukup mandiri buat dititip kalo kebetulan ada yang tawarin.
jadi untuk sekarang ini diani tau. meski dia cinta sama bayinya, nggak membuat karakternya berubah. pun ternyata mengurus bayi nggak seindah bayangannya. tapi diani akhirnya menemukan jawabannya, cuma satu yang berubah: tadinya mau punya anak 2 sekarang 1 aja cukuplah.. kecuali kalo menang lotre dan bisa bayar baby sitter 3!
Sunday, December 16, 2007
Selamat buat yang melendung
melendung alias hamil nggak selamanya sesuatu yang terjadi dengan begitu aja, kayak nasib gue hehe . saat ini, ada beberapa temen temen gue tersayang sedang melendung. aduh, gue ikut bahagia buat mereka apalagi gue tau beberapa dari mereka emang yang udah pengen banget punya bayi.
pertama, tentunya Dear Lola. ibu terdear ini tentunya belum terlalu bermasalah, lah masih muda dan baru aja married getho lhoh. tapi dia udah mulai gerah sama pertanyaan ala interteinment: setelah married, kapan punya anak? atau situ sama suami kurang ok kali tekniknya jadi belom hamil hamil.. nah sekarang, bukti menunjukkan, jeung lola dan suami ok punya baik secara teknik maupun penguasaan chapter chapter. semoga gue bisa ada di jakarta pas lahiran ya say
kedua, Tutit. temen gue di psiko ini perjalanannya selalu panjaanngggg. pacaran 10 tahun, akhirnya married. married lebih dari 5 tahun, dan pengen punya anak. tapi lamaaa banget nggak hamil hamil, sampe kalo ditanya orang. mereka bilang udah give up. dan keliatannya begitu. makanya terus miara segala macem binatang di rumahnya, dari mulai anjing, kelinci sampe ayam. meski mungkin itu penyaluran bakat si ibu tutit yang bisa ngobrol sama ayam kali ya.. iya lhoh, dia tuh bisa bedain suara ayam panik, manggil anaknya, nangis, atau laper! skrg udah hamil 4 bulan. wah kebayang, pas tau hamil, katanya dia dan suaminya si arnold swaseneger nangis peluk pelukan. iyalah gue aja yang dari jauh bisa kebayang happynya gitu :-D selamat ya ibu tutit. biar kontak kita jarang, tapi dikau punya tempat khusus.
ketiga, Yat chantiek. ini sahabat gue yang tanggal marriednya aja beda satu hari doang. gue sama dia tuh yang dulunya suka nginep di apartement pep sambil ngomongin nasib. mulai dari sama sama jomblo: jomblo ceria- selanjutnya, sama sama jadi jomblo gelisah - jomblo kesepian -dapet gebetan -eh married juga. dan sekarang pas gue tau dia hamil, dari smsnya. aduh gue suenengnya minta ampun! semoga lancar ya say. gue harus cari sesuatu buat ibu ini. dia aja dulu bela belain titip hadiah buat matheo lewat kakak temennya yang di paris.
ke empat, Eve. ini temen di paris. yang berjasa membongkar fakta bahwa gue hamil matheo dulu. soalnya dulu malah dia yang terlambat mensnya dan diduga hamil. sedang gue cuman di duga masuk angin, taunya malah gue yang hamil. makanya kalo ngitung dari kejadian itu aja, kehamilannya juga gue tunggu tunggu. sebentar lagi, di hamil ke 5 bulan, dia akan tau jenis kelamin si kecil.
ke lima, Marce. temenku terheboh waktu kerja di iF dulu. khusus yang ini gue banyak doain dari jauh. soalnya ini udah kehamilan yang ketiga. dua kehamilan sebelumnya gugur ditengah jalan. mana yang kedua, gue pas di jakarta waktu itu. dia gugurin tuh janin yang udah umur 5 bulan karena sakit luar biasa. ternyata antibodi jeung marce menolak apapun produksi dari suaminya. gue heran kok dia bisa dapet cobaan gitu berat padahal orangnya yang religius, baik, ramah dan sayang anak anak, bahkan dia ngajar sekolah minggu anak kecil. yg gue saksikan, waktu besuk abis penguguran thn 2005 itu di rumah sakit, dia masih bisa senyum, dan bilang "ini cobaan buat gue kali wun, idup gue tuh kan lurus terus (lulusan cum laude, kerjaan cemerlang)". ohlala, kebayang nggak sih, itu terjadinya malam natal! moga moga kali ini lancar..
kalo temennya Marc juga ada yang hamil kedua. tapi ini tulisan buat temen temen gue ajah.
gue juga berdoa supaya yang lain, yang pengen hamil cepet kesampean. dan yang pengen married, cepet dapet calon suami yang baik, terus hamil. *doa ini juga buat adek gue. hmm, doanya gue, entah ya manjur apa nggak haha!
pertama, tentunya Dear Lola. ibu terdear ini tentunya belum terlalu bermasalah, lah masih muda dan baru aja married getho lhoh. tapi dia udah mulai gerah sama pertanyaan ala interteinment: setelah married, kapan punya anak? atau situ sama suami kurang ok kali tekniknya jadi belom hamil hamil.. nah sekarang, bukti menunjukkan, jeung lola dan suami ok punya baik secara teknik maupun penguasaan chapter chapter. semoga gue bisa ada di jakarta pas lahiran ya say
kedua, Tutit. temen gue di psiko ini perjalanannya selalu panjaanngggg. pacaran 10 tahun, akhirnya married. married lebih dari 5 tahun, dan pengen punya anak. tapi lamaaa banget nggak hamil hamil, sampe kalo ditanya orang. mereka bilang udah give up. dan keliatannya begitu. makanya terus miara segala macem binatang di rumahnya, dari mulai anjing, kelinci sampe ayam. meski mungkin itu penyaluran bakat si ibu tutit yang bisa ngobrol sama ayam kali ya.. iya lhoh, dia tuh bisa bedain suara ayam panik, manggil anaknya, nangis, atau laper! skrg udah hamil 4 bulan. wah kebayang, pas tau hamil, katanya dia dan suaminya si arnold swaseneger nangis peluk pelukan. iyalah gue aja yang dari jauh bisa kebayang happynya gitu :-D selamat ya ibu tutit. biar kontak kita jarang, tapi dikau punya tempat khusus.
ketiga, Yat chantiek. ini sahabat gue yang tanggal marriednya aja beda satu hari doang. gue sama dia tuh yang dulunya suka nginep di apartement pep sambil ngomongin nasib. mulai dari sama sama jomblo: jomblo ceria- selanjutnya, sama sama jadi jomblo gelisah - jomblo kesepian -dapet gebetan -eh married juga. dan sekarang pas gue tau dia hamil, dari smsnya. aduh gue suenengnya minta ampun! semoga lancar ya say. gue harus cari sesuatu buat ibu ini. dia aja dulu bela belain titip hadiah buat matheo lewat kakak temennya yang di paris.
ke empat, Eve. ini temen di paris. yang berjasa membongkar fakta bahwa gue hamil matheo dulu. soalnya dulu malah dia yang terlambat mensnya dan diduga hamil. sedang gue cuman di duga masuk angin, taunya malah gue yang hamil. makanya kalo ngitung dari kejadian itu aja, kehamilannya juga gue tunggu tunggu. sebentar lagi, di hamil ke 5 bulan, dia akan tau jenis kelamin si kecil.
ke lima, Marce. temenku terheboh waktu kerja di iF dulu. khusus yang ini gue banyak doain dari jauh. soalnya ini udah kehamilan yang ketiga. dua kehamilan sebelumnya gugur ditengah jalan. mana yang kedua, gue pas di jakarta waktu itu. dia gugurin tuh janin yang udah umur 5 bulan karena sakit luar biasa. ternyata antibodi jeung marce menolak apapun produksi dari suaminya. gue heran kok dia bisa dapet cobaan gitu berat padahal orangnya yang religius, baik, ramah dan sayang anak anak, bahkan dia ngajar sekolah minggu anak kecil. yg gue saksikan, waktu besuk abis penguguran thn 2005 itu di rumah sakit, dia masih bisa senyum, dan bilang "ini cobaan buat gue kali wun, idup gue tuh kan lurus terus (lulusan cum laude, kerjaan cemerlang)". ohlala, kebayang nggak sih, itu terjadinya malam natal! moga moga kali ini lancar..
kalo temennya Marc juga ada yang hamil kedua. tapi ini tulisan buat temen temen gue ajah.
gue juga berdoa supaya yang lain, yang pengen hamil cepet kesampean. dan yang pengen married, cepet dapet calon suami yang baik, terus hamil. *doa ini juga buat adek gue. hmm, doanya gue, entah ya manjur apa nggak haha!
Tuesday, November 20, 2007
Mogok Rame Rame
hari ini hari ke 6 pemogokan transport di paris. SNCF, RATP yg kelola transport buat bis dan metro serta RER maupun TGV pada nggak mau kerja. padahal sebagai kota yang punya ketergantungan tinggi dengan transport publik ini, tentunya pemogokan ini efeknya gede banget. yang biasa nunggu metro 3 menit, ini jadi 40 menit, itupun udah syukur kalo bisa masuk. kalo liat gambar di tipi persis desek desekannya kayak naik jabotabek pas jam kuliah mulai, jaman dulu masih kuliah di Depok. orang dorong dorongan, ada yang teriak teriak, dan langsung kebayang di benak gue bau ketek orang yang lebih jangkung di sebelah kita haha.. tapi gue tau itu di tipi, lah wong guenya di rumah aja gitu. sejak ada bos kecil 5 jengkal, mana sanggup naik metro bawa kereta dorong yang masih berat itu.. tapi sumpah, ngeliat orang orang yang biasanya dengan manisnya bisa masuk dan duduk tenang di metro, kayaknya image desek desekan itu mustinya bukan garisan nasib mereka
Belum lagi yang biasa naik mobil kayak laki gue. tiap hari pulang mukanya kusut, akibat macet yang luar biasa. sampe banyak orang yang bela belain beli sepeda. mana asik ngenjot sepeda di suhu cuman 7° kalo siang itu.. kasian kasian. gue selain kena muka kusut suami, di jendela tiap hari bunyi tin tin lebih sering aja sempe malam pun masih ada. untungnya segitu aja efeknya ke gue.
Tentunya susahnya orang orang paris itu bukan karena garisan nasib dari yang di Atas. itu terjadi karena yah ada yang mogok kerja itu. tuntutan mereka macem macem, yang intinya nggak mau berubah, sehubungan pemerintah mau memperpanjang masa kerja sebelum pensiun dari 37th jadi 40thn, beberapa tunjangan dll. selama ini mereka bilang beban kerja mereka berat sekali makanya mereka berhak kerja lebih pendek dengan fasilitas bermacam macam. lah usia kerja 40thn aja itu udah lebih pendek dari pekerja lain yang notebene 42 thn, kayak laki gue. belum lagi kalo ngomongin resiko kerja, beberapa hari lalu 2 org pemadam kebakaran ada yg meninggal saat tugas. suami dan gue sempet liat asepnya, sehubungan lokasinya deket rumah. nah kalo liat itu, ngendarain kereta or bis nggak serem serem amat kan
Cuman yah begitulah orang Prancis. semakin lama hidup disini, semakin kagum gue sama kecanggihan mereka ngeluh, melihat hal yang negatif aja dan nuntut yang macem macem. gue rasa mogok resmi itu merupakan wujud nyata karakter negatif nih orang Prancis deh. kayak kakak ipar gue tuh, keluhan soal liburannya canggih. kalo nggak libur libur: kapan liburnya sih udah bosen kerja nih (wajar). libur pendek: belom puas libur udah masuk lagi (lumayan wajar). tapi pas libur panjang dia masih ngeluh juga: giling nih libur, sampe bingung mau ngapain. Gubrak!
Soal keluhan kehidupan kerja. gue rasa mereka tuh perlu liat kehidupan kerja di negara lain. bayangin cuti mereka itu tiap tahun antara 5 - 7 minggu. coba dibandingin sama di Indonesia. boro boro 2 minggu, kita cuti cuman 12 hari per tahun, pun kalo lo kerja di perusahaan multinasional, paling mentok juga cuman 20 hari, itupun nggak bisa diambil beruntun. di Prancis, cuti pun bisa diambil sampe setahun meski nggak dibayar. coba di jakarta, mau kita yang bayar yang penting bisa libur panjang, juga belom tentu dikasih bos. ya kan..
kadang gue mikir, ni negara maju, tapi pola pikir orang orangnya kadang kadang kok sekotak doang. tapi apa justru karena berani nuntutnya itu membuat selalu ada yang kurang, jadi kenyamanan terus ditingkatin. yang pasti di benak gue, langsung bikin perbandingan. kalo dibilang orang Indonesia males, ini orang Prancis mau dibilang apa ya..
tulisan ditutup dengan doa: moga moga anak gue gedenya nggak jadi tukang ngeluh, apalagi tukang mogok. amin.
***update: mogok berhenti di hari ke 10. kemenangan entah ditangan siapa. katanya sih, pemerintah menang dengan umur pensiun yang diajukan, tapi sindikat buruh juga menang karena duit pesangonnya dinaikkan.
Belum lagi yang biasa naik mobil kayak laki gue. tiap hari pulang mukanya kusut, akibat macet yang luar biasa. sampe banyak orang yang bela belain beli sepeda. mana asik ngenjot sepeda di suhu cuman 7° kalo siang itu.. kasian kasian. gue selain kena muka kusut suami, di jendela tiap hari bunyi tin tin lebih sering aja sempe malam pun masih ada. untungnya segitu aja efeknya ke gue.
Tentunya susahnya orang orang paris itu bukan karena garisan nasib dari yang di Atas. itu terjadi karena yah ada yang mogok kerja itu. tuntutan mereka macem macem, yang intinya nggak mau berubah, sehubungan pemerintah mau memperpanjang masa kerja sebelum pensiun dari 37th jadi 40thn, beberapa tunjangan dll. selama ini mereka bilang beban kerja mereka berat sekali makanya mereka berhak kerja lebih pendek dengan fasilitas bermacam macam. lah usia kerja 40thn aja itu udah lebih pendek dari pekerja lain yang notebene 42 thn, kayak laki gue. belum lagi kalo ngomongin resiko kerja, beberapa hari lalu 2 org pemadam kebakaran ada yg meninggal saat tugas. suami dan gue sempet liat asepnya, sehubungan lokasinya deket rumah. nah kalo liat itu, ngendarain kereta or bis nggak serem serem amat kan
Cuman yah begitulah orang Prancis. semakin lama hidup disini, semakin kagum gue sama kecanggihan mereka ngeluh, melihat hal yang negatif aja dan nuntut yang macem macem. gue rasa mogok resmi itu merupakan wujud nyata karakter negatif nih orang Prancis deh. kayak kakak ipar gue tuh, keluhan soal liburannya canggih. kalo nggak libur libur: kapan liburnya sih udah bosen kerja nih (wajar). libur pendek: belom puas libur udah masuk lagi (lumayan wajar). tapi pas libur panjang dia masih ngeluh juga: giling nih libur, sampe bingung mau ngapain. Gubrak!
Soal keluhan kehidupan kerja. gue rasa mereka tuh perlu liat kehidupan kerja di negara lain. bayangin cuti mereka itu tiap tahun antara 5 - 7 minggu. coba dibandingin sama di Indonesia. boro boro 2 minggu, kita cuti cuman 12 hari per tahun, pun kalo lo kerja di perusahaan multinasional, paling mentok juga cuman 20 hari, itupun nggak bisa diambil beruntun. di Prancis, cuti pun bisa diambil sampe setahun meski nggak dibayar. coba di jakarta, mau kita yang bayar yang penting bisa libur panjang, juga belom tentu dikasih bos. ya kan..
kadang gue mikir, ni negara maju, tapi pola pikir orang orangnya kadang kadang kok sekotak doang. tapi apa justru karena berani nuntutnya itu membuat selalu ada yang kurang, jadi kenyamanan terus ditingkatin. yang pasti di benak gue, langsung bikin perbandingan. kalo dibilang orang Indonesia males, ini orang Prancis mau dibilang apa ya..
tulisan ditutup dengan doa: moga moga anak gue gedenya nggak jadi tukang ngeluh, apalagi tukang mogok. amin.
***update: mogok berhenti di hari ke 10. kemenangan entah ditangan siapa. katanya sih, pemerintah menang dengan umur pensiun yang diajukan, tapi sindikat buruh juga menang karena duit pesangonnya dinaikkan.
Thursday, November 1, 2007
weekend pertama matheo
weekend lalu, disaat usia matheo menginjak 3 bulan. kami bertiga pergi nginep ke daerah Pauilly Notre-Dame 3.5 jam dari paris. letaknya di prancis pusat. kebetulan suami nemu promosi di hotel resort golf itu, jadi biayanya bener bener kagak mahal (dia emang paling jago deh nemu promosian gini).
giling, rasanya seneng banget deh. soalnya daku yang dulunya tukang kelayapan, selama ini kan kehidupan gue sebagai ibu baru sangat kecil. setiap hari paling paling juga kelilingan pake kereta dorong di area rumah buat bikin tidur si kecil. kalo keluar rumah yang agak jauh biasanya sama papanya dan naik mobil. sampe sekarang masih ragu ragu dengan kereta dorong yang berat itu naik metro, maklum keliatanya nggak praktis secara stasiun metro disini kebanyakan tangga. naik bis baru mau coba minggu depan. so, weekend nginep 2 malem 3 hari kemaren bener bener pengalaman pertama yang rasanya buat gue ketemu surga baru gitu haha.. norak abis. apalagi pas bangun tidur buka jendela. pemandangan padang golf dan matahari terbitnya bagus banget. bener bener ganti suasana dari yang di paris.
kronologisnya, pergi hari jumat siang tgl 19 oct. dijalan, matheo tidurrrrrrrrr terus. syukurlah. dia ternyata langsung tidur kalo di mobil. meski kalo mobilnya berenti kelamaan dia bangun. berenti sesekali buat makan dan nyusuin. pas di jalan sempet juga kelewat Montlucon, eh ternyata akibat ketidak tahuan, ada si jeung fita yang tinggal disana. sorry ya nggak bisa mampir. sampe di hotel, marc langsung deh berenang dan nyobain jacuzy. gue baru besoknya. malam itu si marc bilang "eh keliatannya bisa lo di area kolam renang itu kita pergi bareng bawa matheo". tapi gue pikir kalo ada matheo mana bisa tenang pikiran. apalagi kalo dia nangis pasti daku yang turun tangan. akhirnya aku bilang "ah gantian aja deh besok perginya"; suami sih ok ok aja. bener lho sabtunya, abis breakfast, gue ke area santai itu.. terus, berenang renang dikit.. santai.. r i l e x x x x x.. terus pas jacuzy kosong, langsung gue nongkrong disitu.. asik.. santai.. r i l e x x x.. eh pas liat jam bapak bapak disebelah gue udah menghabiskan waktu 1.5 jam haha! pas balik ke kamar bapaknya matheo lagi ngendong matheo nangis.. ternyata dia kelaparan minta nyusu. eh malah emaknya lupa diri haha.. mangap nak, nggak sering sering. gitu deh, siangnya balik lagi ke area itu tapi bertiga.
kalo malam, kita makan di restoran di hotel. waduh itu pelayannya dikit buanget. masak cuman mesen makanan utama- le plat sama desert aja 2 jam. walhasil, selama 2 malam itu, malam pertama, berhasil makan le plat bareng, desertnya gantian karena jaga matheo nangis. malam kedua, berhasil makan desert bareng, le platnya gantian.. tapi gitu aja juga udah seneng. soalnya ini kali pertama kita ke resto karena sejak matheo lahir, paling kalo mau makan enak, kita delivery gitu. bahkan pas ultahnya marcpun kita cuman pesen makanan dianter ke rumah. untungnya makanan restonya nggak mengecewakan, enak abis.
so, secara keseluruhan. weekend ini menyenangkan sekali buat mama dan papanya matheo. buat matheo? yah sama aja kali. lha wong dia nggak ngerti kalo ada dimana dan lagi ngapain gitu hihi.. matheo sih udah cukup berbaik hati sama orang tuanya, dengan perilaku yang lumayan anteng, meski nggak ngerti apa apa haha.
giling, rasanya seneng banget deh. soalnya daku yang dulunya tukang kelayapan, selama ini kan kehidupan gue sebagai ibu baru sangat kecil. setiap hari paling paling juga kelilingan pake kereta dorong di area rumah buat bikin tidur si kecil. kalo keluar rumah yang agak jauh biasanya sama papanya dan naik mobil. sampe sekarang masih ragu ragu dengan kereta dorong yang berat itu naik metro, maklum keliatanya nggak praktis secara stasiun metro disini kebanyakan tangga. naik bis baru mau coba minggu depan. so, weekend nginep 2 malem 3 hari kemaren bener bener pengalaman pertama yang rasanya buat gue ketemu surga baru gitu haha.. norak abis. apalagi pas bangun tidur buka jendela. pemandangan padang golf dan matahari terbitnya bagus banget. bener bener ganti suasana dari yang di paris.
kronologisnya, pergi hari jumat siang tgl 19 oct. dijalan, matheo tidurrrrrrrrr terus. syukurlah. dia ternyata langsung tidur kalo di mobil. meski kalo mobilnya berenti kelamaan dia bangun. berenti sesekali buat makan dan nyusuin. pas di jalan sempet juga kelewat Montlucon, eh ternyata akibat ketidak tahuan, ada si jeung fita yang tinggal disana. sorry ya nggak bisa mampir. sampe di hotel, marc langsung deh berenang dan nyobain jacuzy. gue baru besoknya. malam itu si marc bilang "eh keliatannya bisa lo di area kolam renang itu kita pergi bareng bawa matheo". tapi gue pikir kalo ada matheo mana bisa tenang pikiran. apalagi kalo dia nangis pasti daku yang turun tangan. akhirnya aku bilang "ah gantian aja deh besok perginya"; suami sih ok ok aja. bener lho sabtunya, abis breakfast, gue ke area santai itu.. terus, berenang renang dikit.. santai.. r i l e x x x x x.. terus pas jacuzy kosong, langsung gue nongkrong disitu.. asik.. santai.. r i l e x x x.. eh pas liat jam bapak bapak disebelah gue udah menghabiskan waktu 1.5 jam haha! pas balik ke kamar bapaknya matheo lagi ngendong matheo nangis.. ternyata dia kelaparan minta nyusu. eh malah emaknya lupa diri haha.. mangap nak, nggak sering sering. gitu deh, siangnya balik lagi ke area itu tapi bertiga.
kalo malam, kita makan di restoran di hotel. waduh itu pelayannya dikit buanget. masak cuman mesen makanan utama- le plat sama desert aja 2 jam. walhasil, selama 2 malam itu, malam pertama, berhasil makan le plat bareng, desertnya gantian karena jaga matheo nangis. malam kedua, berhasil makan desert bareng, le platnya gantian.. tapi gitu aja juga udah seneng. soalnya ini kali pertama kita ke resto karena sejak matheo lahir, paling kalo mau makan enak, kita delivery gitu. bahkan pas ultahnya marcpun kita cuman pesen makanan dianter ke rumah. untungnya makanan restonya nggak mengecewakan, enak abis.
so, secara keseluruhan. weekend ini menyenangkan sekali buat mama dan papanya matheo. buat matheo? yah sama aja kali. lha wong dia nggak ngerti kalo ada dimana dan lagi ngapain gitu hihi.. matheo sih udah cukup berbaik hati sama orang tuanya, dengan perilaku yang lumayan anteng, meski nggak ngerti apa apa haha.
Subscribe to:
Posts (Atom)